Berjalan menyusuri trotoar di areal pertokoan pandangan saya terfokus kepada seorang penjual pisau, dengan ramah dia menawarkan dagangan kepada orang yang melintas di depannya. Secara aturan kurang pas dia berjualan diatas trotoar, namun bukan itu yang menjadi persoalan. Semangat untuk menghadapi hidup yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya.
Bagaimana tidak ? maaf (gambar) tidak saya tayangkan karena menurut saya kurang etis, dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (cacat ) dengan jalan tertatih dan tangan satu tidak berfungsi dengan baik, dia sangat menghargai dirinya dengan tidak melakukan pekerjaan sebagai pengemis. Dalam sehari barang terjual pun tidak tentu, kadang laku kadang tidak dengan harga pisau per buah Rp. 2.500,00.
Lalu mengapa kita yang memiliki fisik yang sempurna terkadang mengeluh dengan keadaan? dengan melakukan pekerjaan yang kurang pantas ? bahkan menyesali dengan hidup itu sendiri. Saya tidak berani untuk terlalu banyak bertanya karena takut membuat dia tersinggung, hanya membeli sepasang pisau dengan membayar harga yang special sebagai hadiah perkenalan saya.
Dia sendiri tidak mau dikasihani, namun dengan berbagai alasan saya mencoba untuk menjelaskannya. Sungguh betapa semangat hidup yang luar biasa hingga dia masih tetap bertahan dengan kondisinya yang kurang sempurna. Kekurangn fisik yang dia miliki mampu memberikan semangat hidup yang tinggi untuk mendorong rodanya agar tetap berjalan pada jalurnya.

Juli 3rd, 2010 at 12:24 pm
wah,pertamax ya…
Juli 3rd, 2010 at 12:25 pm
membaca post ini jadi tersadar bahwa kita perlu banyak bersyukur….
Juli 3rd, 2010 at 4:59 pm
Benar sekali shobat bersyukur akan karunia yang DIA berikan kepada kita, salam kenal
Juli 3rd, 2010 at 2:28 pm
Subhanallah, kita harus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita,
Juli 3rd, 2010 at 5:00 pm
Tetap semangat ya mas, trims kunjungannya
Juli 3rd, 2010 at 2:47 pm
Juli 3rd, 2010 at 5:01 pm
Hal yang besar bersumber dari hal yang kecil ya bintang ?
Juli 3rd, 2010 at 4:47 pm
memang butuh “orang-orang kecil” seperti di atas untuk membuat kita sadar akan begitu besar nikmat yang telah diberikanNya pada kita.nice post
Juli 3rd, 2010 at 5:02 pm
Terima kasih atas kunjungannya bangau, jenis kita hampir sama heeee
Juli 3rd, 2010 at 8:23 pm
Kadang melihat orang-orang seperti itu, saya bisa melihat bahwa ada banyak orang yang jauh lebih baik dari diri saya sendiri, dan membuat saya selalu becermin pada kekurangan-kekurangan saya sendiri.
Juli 5th, 2010 at 2:28 pm
mantap pak dr. keseringan kita terlena dengan cermin kaca yach ?
Juli 3rd, 2010 at 10:24 pm
Cerita yang sangat memotivasi kawan. emang sangat manusiawi kalo saat kesengsaraan atau kekurangan baru kita jadi semangat, kalo lagi enak aja, pasti jadi terlena dan manja.:)
Juli 5th, 2010 at 2:25 pm
Bukan rahasia umum ya shobat
Juli 4th, 2010 at 9:05 pm
Senang membaca tulisan yang seperti ini
Juli 5th, 2010 at 2:26 pm
lobang hidung saya tambah besar nih gina
Juli 5th, 2010 at 11:41 am
Seseorang berjuang hidup karena yakin akan adanya TUHAN. dan rejeki akan datang dengan sendirinya. Begitu juga Semangat hidup itu keyakinan seseorang terhadap dirinya sendiri untuk maju dalam mengharungi kehidupannya. thx
Juli 5th, 2010 at 2:27 pm
Wah motivasinya bagus banget mas..trims
Juli 5th, 2010 at 9:53 pm
Banyak pristiwa yang mengingatkan kita akan sebuah kesadaran untuk hidup . dan tidak semua pristiwa mampu mengerkan kita. namun bila nurani sudah tersentuh maka.apapun bisa menjadi nasehat
Juli 6th, 2010 at 5:33 pm
Hati nurani tersentuh apapun bisa menjadi nasehat, nice shobat, thanks
Juli 5th, 2010 at 11:04 pm
tetaplah semangat jangan pernah menyerah..
Juli 6th, 2010 at 5:32 pm
Api semangat harus tetap menyala ya shobat ? thanks
Juli 6th, 2010 at 11:32 am
hidup adalah perjuangan dan saya percaya Tuhan slalu membri pertolongan pd hamba2Nya yang tekun dan hidup taat ^^
Juli 6th, 2010 at 5:35 pm
tiada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan semasi ada DIA yang menaungi kita, sukses