Semangat Hidup

Berjalan menyusuri trotoar di areal pertokoan pandangan saya terfokus kepada seorang penjual pisau, dengan ramah dia menawarkan dagangan kepada orang yang melintas di depannya. Secara aturan kurang pas dia berjualan diatas trotoar, namun bukan itu yang menjadi persoalan. Semangat untuk menghadapi hidup yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya.

Bagaimana tidak ? maaf (gambar) tidak saya tayangkan karena menurut saya kurang etis, dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (cacat ) dengan jalan tertatih dan tangan satu tidak berfungsi dengan baik, dia sangat menghargai dirinya dengan tidak melakukan pekerjaan sebagai pengemis. Dalam sehari barang terjual pun tidak tentu, kadang laku kadang tidak dengan harga pisau per buah Rp. 2.500,00.

Lalu mengapa kita yang memiliki fisik yang sempurna terkadang mengeluh dengan keadaan? dengan melakukan pekerjaan yang kurang pantas ? bahkan menyesali dengan hidup itu sendiri. Saya tidak berani untuk terlalu banyak bertanya karena takut membuat dia tersinggung, hanya membeli sepasang pisau dengan membayar harga yang special sebagai hadiah perkenalan saya.

Dia sendiri tidak mau dikasihani, namun dengan berbagai alasan saya mencoba untuk menjelaskannya. Sungguh betapa semangat hidup yang luar biasa hingga dia masih tetap bertahan dengan kondisinya yang kurang sempurna. Kekurangn fisik yang dia miliki mampu memberikan semangat hidup yang tinggi untuk mendorong rodanya agar tetap berjalan pada jalurnya.

Tentang Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua yang ditulis oleh Pandu

23 Tanggapan to “Semangat Hidup”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.