Ditiap kota dimanapun berada Pengemis merupakan salah satu bagian dari goresan kehidupan itu sendiri. Selama tidak ada perubahan dengan kehidupan ini maka ia akan selalu ada. Kehadiran seorang Darmanan merupakan harapan dari setiap Pengemis ketika ia meminta sedikit dari rejeki yang kita punya.
Namun hal ini sering menjadi dilema, apakah dengan memberi akan membuatnya lebih menjadi baik ? atau malah sebaliknya ? membuat dia menjadi orang yang malas dan tergantung terhadap orang? Tidak jarang kita sering tertipu dengan penampilan yang disajikan. Dengan penuh sandiwara sehingga kita merasa iba , kasihan dan pada akhirnya memberi receh, dan setelah itu mereka berlalu dengan topeng yang tertawa.
Keputusan itu diantara dua pilihan, dengan memberi atau tidak kepada Pengemis, bayaran kepada penipu bertopeng lugu kepada penodong bohong adalah dengan bertanya pada Nurani. Ketika Nurani berkata untuk memberi maka berilah, dan ketika Nurani berkata tidak maka abaikanlah, besar kecil pemberian tergantung keikhlasan, dan hal itu akan dibalas oleh Alam bukan langsung dari pengemis itu sendiri.

Juli 7th, 2010 at 4:54 pm
Kalau di perempatan jalan, saya biasanya tidak memberikan, itu sudah jadi anjuran bersama masyarakat Jogja. Uang untuk donasi permasalahan sosial sebaiknya disumbangkan ke panti-panti bina karya, jauh lebih bermanfaat.
Juli 7th, 2010 at 5:02 pm
Nah itu pak dr. saya sepakat sekali dengan pak dr. sehingga tidak memberikan kesan kita memperbodoh mereka.
Juli 7th, 2010 at 7:19 pm
kalo yang minta2 dh tua gtu ya ksian, tp klo yg minta2 masih seger burger keker ya itu nodong, jd ga dikasih……. pengamen jg, ada yg bertato gtu, kesany klo dikasih, ntar malah duitnya dbuat yg negatif2, jd serba salah…..
Juli 7th, 2010 at 8:22 pm
Kembalikan kepada Nuraninya mas
Juli 7th, 2010 at 8:15 pm
Di kota saya masih belum terlihat adanya pengemis atau pun pengamen. Ada, tapi itu pun mereka tidak murni mengemis karena biasanya mereka membawa jualan kacang goreng di kantong plastik. Banyakan sih orang-orang ngasih duit tapi nggak ngambil kacangnya. Atau ngasihnya lebih
Rasanya tidak terucap dengan kata-kata saat melihat wajah mereka yang merasa senang saat ada yang memberi.
Juli 7th, 2010 at 8:20 pm
Kalau itu bukan pengemis tapi mereka berusaha jualan dan itu kita hargai
seperti postingan diatas tanya ke Nurani
Juli 10th, 2010 at 1:26 pm
Kalau ada pengemis meminta pada kita, maka berilah sebatas kadar kemampuan kita, dan bersyukurlah karena bukan kita yang menjadi pengemis.
Pengemis demi sesuap nasi = Pengemis jabatan dan kedudukan
Agustus 9th, 2010 at 6:07 pm
dilarang mengemis selagi masih d beri kaki dan tangan dan tubuh lengkap
terdengar jahat…tp aQ pribadi pantang mengemis, krn saya percaya Tuhan itu baik ^^
September 20th, 2010 at 4:28 pm
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang penyembuhan dan kesehatan di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan manfaat