Motor “Gede”

Rombongan  Motor besar lewat, pengemudinya menggunakan kaca mata hitam, terlintas kegarangan diwajahnya, orang-orangpun panik meminggirkan kendaraan, suara sirene mengaung menambah suasana mencekam.

Tidak adakah cara  lain selain convoi? apa hasil diambil dari itu semua? bukankah jalan ini milik kita semua? apakah jalan ini ada pelayanan khusus buat mereka? apa karena mereka membayar pajak lebih?  lalu pajak mereka untuk pembangunan Daerah mana?

Aku hanya diam terpaku melihat seorang nenek yang terkejut mendengar aungan sirena, tangannya memeluk erat pinggang sang cucu yg membonceng, terlihat wajah sang nenek pucat, jelas dia tidak tau apa yang terjadi. Sabar  nek ya, mereka pasti berlalu.

Sampai kapan ini berlangsung? harta masih mendominasi, keegoan menduduki rasa persaudaraan, memang sudah hukum alam yg lemah tetap menjadi korban.

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

17 responses to “Motor “Gede”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: