Fenomena Jalanan

Kerasnya kehidupan di kota besar membuat kita diharuskan mengeluarkan keringat lebih dari biasanya, karena sang waktu terus mengejar tanpa perduli akan kelelahan kita dan ia tidak segan untuk melindas kita dalam perputarannya. Berapa banyak pengamen, penjual koran, pedagang asongan, pengemis, pencopet, dsbnya yang tersebar di jalanan untuk bertahan dalam rodanya, bahkan para preman ikut ambil bagian diatas roda kehidupan mereka.

Disudut sebuah lorong terlihat seorang penjual koran yang kepanikan karena tengah dikejar oleh seorang pemuda, tidak ada yang membantu hanya isak tangis yang menemani. Orang-orang pada sibuk dengan langkahnya masing-masing, rasa persaudaraan terkikis oleh keangkuhan. Sayapun kecewa pada diri terlambat tiba dilokasi karena terjebak lampu merah.

Dari cerita yang disampaikan dengan tersedu telah terjadi pemalakan oleh Pemuda tadi terhadap si penjual Koran. Hasil kerja keras selama setengah hari pupus dimulut sang srigala jalanan. Sampai kapan hal ini terjadi ? selama kita terus berjalan menggunakan kaca mata hitam, dan semasih manusia melangkah dengan nafsu semuanya itu pasti akan tetap terjadi.

Ruas jalan yang ada seakan menjadi daerah kekuasaan masing-masing para srigala, dan ketika kita memasuki daerah baru, ibarat masuk pintu tol yang harus membayar upeti bagi para penguasa. Jika tetap melangkah maka kekerasan akan menimpa, apakah jalan itu milik srigala ? ini jalanan bukan hutan , bukankah srigala tempatnya dihutan? kenapa tidak mau hidup berdampingan untuk menggali mutiara hidup ?

Terima kasih  kepada para sahabat yang telah membaca goresan penaku, maaf  kalau bosan membaca tulisanku ini, sukses selalu.

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

11 responses to “Fenomena Jalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: