Janji Pohon Pisang

Menikmati alam pedesaan saat liburan hal yang sangat menyenangkan, walaupun ada sedikit ganjalan dihati karena tidak bisa ngeblog, beberapa hari ini saya berlibur ke kampung. Alam desa yang sejuk dan damai menyegarkan pikiran dan hati, namun  demikian tetap saja masalah yang terjadi di kota terjadi pula di Desa.

Perselingkuhan…

Masalah ini kerap kali terjadi di daerah Perkotaan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi di daerah pedesaan itu semua tergantung dari pribadi dan ke Imanan kita masing – masing.

Pada masa pacaran janji setia diucapkan untuk sehidup semati, rasa sayang diumbar dengan cinta kasih, tidak ada orang lain dihati selain pasangan kita. Dihadapan penghulu, keluarga, tetangga, maupun kerabat lainnya kita berikrar untuk saling mencintai, saling manyayangi dan saling menjaga untuk membina sebuah keluarga yang bahagia. Namun seiring berjalannya waktu hal itu mulai mengalami pergeseran, yang mana ego kerap kali menduduki cinta kasih.

Coba kita lihat pohon pisang, dengan tetap setia pada janji dan sumpahnya bahwa dia akan berbuah sekali dalam hidupnya. Sampai saya kenal saat ini Pohon pisang tetap berbuah sekali. Meskipun hanya sebuah pohon pisang namun dia sangat memegang teguh janji, apa mungkin pohon pisang mempunyai perasaan  kali ya?

Setelah buahnya dipetik , diapun rela untuk ditebang, dan digantikan dengan tunas yang lain, begitu seterusnya. Dalam beberapa kali dekade kehidupan dia tetap akan berbuah sekali. Dalam hati saya berpikir, pohon pisang saja bisa berjanji setia untuk berbuah sekali, kenapa kita  tidak bisa ?

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

15 responses to “Janji Pohon Pisang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: