Terbalut Namamu

Kau hadir dalam gejolak hatiku, meredam semua resah dan membangkitkan pilu yang mendalam. Diatas senyum bersama sepasang merpati cantikmu, kau menari diatas  atapku yang bocor. Permata hati terhempas dengan kepakan sepasang sayapmu dengan pedang yang terbalut sutra.

Ramai orang memujamu melambaikan tangan penuh harap dan cita, mengalahkan kemewahan jamuan malamku.  Setumpuk mutiara di pelupuk mata terbungkus tirai kalbu berlukiskan namamu, hingga tak seorangpun mampu untuk melihat cahayanya.

Seribu doa terpanjatkan dalam iringan tangis pilu, merambah setiap relung – relung waktu yang tersisa.  Sampai kapan ini akan berlalu, sampai kapan ini akan berakhir, sampai kapan aku masih berdiri dalam gelap ?

Sementara antrean panjang dibelakangku terus mendorong untuk maju melangkah. Haruskan aku akan duduk dan menunggu ,  hingga terangnya kembali ? sedangkan ditangan masih ku pegang sepasang lilin ?

Aku hanya berharap  pegangan dan gandengan tangan para penghuniku, untuk membimbing dan menuntun  kearah yang lebih baik dangan tidak terlena dalam sebuah nama. Jalanku masih panjang, masih banyak rumah yang harus aku singgahi, masih banyak sawah untuk aku bajak, masih banyak hutan untuk aku lestarikan.

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

4 responses to “Terbalut Namamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: