Melihat Pengemis

Ditiap kota dimanapun berada  Pengemis merupakan  salah satu bagian dari goresan kehidupan itu sendiri. Selama tidak ada perubahan dengan kehidupan ini  maka ia akan selalu ada. Kehadiran seorang Darmanan merupakan harapan dari setiap Pengemis ketika ia meminta sedikit dari rejeki yang kita punya.

Namun hal ini sering menjadi dilema, apakah dengan memberi akan membuatnya lebih menjadi baik ? atau malah sebaliknya ? membuat dia menjadi orang yang malas dan tergantung terhadap orang? Tidak jarang kita sering tertipu dengan penampilan yang disajikan. Dengan penuh sandiwara sehingga  kita merasa iba ,  kasihan dan pada akhirnya memberi receh, dan setelah itu mereka berlalu dengan topeng yang tertawa.

Keputusan itu diantara dua pilihan, dengan memberi atau tidak kepada Pengemis,  bayaran kepada penipu bertopeng lugu kepada penodong bohong adalah dengan bertanya pada Nurani. Ketika Nurani berkata untuk memberi maka berilah, dan ketika Nurani berkata tidak maka abaikanlah, besar kecil pemberian tergantung keikhlasan, dan hal itu akan dibalas oleh Alam bukan langsung dari pengemis itu sendiri.

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

9 responses to “Melihat Pengemis

  • Cahya

    Kalau di perempatan jalan, saya biasanya tidak memberikan, itu sudah jadi anjuran bersama masyarakat Jogja. Uang untuk donasi permasalahan sosial sebaiknya disumbangkan ke panti-panti bina karya, jauh lebih bermanfaat.

  • febriyanto

    kalo yang minta2 dh tua gtu ya ksian, tp klo yg minta2 masih seger burger keker ya itu nodong, jd ga dikasih……. pengamen jg, ada yg bertato gtu, kesany klo dikasih, ntar malah duitnya dbuat yg negatif2, jd serba salah…..

  • Regina

    Di kota saya masih belum terlihat adanya pengemis atau pun pengamen. Ada, tapi itu pun mereka tidak murni mengemis karena biasanya mereka membawa jualan kacang goreng di kantong plastik. Banyakan sih orang-orang ngasih duit tapi nggak ngambil kacangnya. Atau ngasihnya lebih 🙂

    Rasanya tidak terucap dengan kata-kata saat melihat wajah mereka yang merasa senang saat ada yang memberi.

  • sarihunhasan

    Kalau ada pengemis meminta pada kita, maka berilah sebatas kadar kemampuan kita, dan bersyukurlah karena bukan kita yang menjadi pengemis.

    Pengemis demi sesuap nasi = Pengemis jabatan dan kedudukan

  • Debby

    dilarang mengemis selagi masih d beri kaki dan tangan dan tubuh lengkap
    terdengar jahat…tp aQ pribadi pantang mengemis, krn saya percaya Tuhan itu baik ^^

  • Yohan Wibisono

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang penyembuhan dan kesehatan di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: