Yang terlupakan

Kesuksesan pasti menjadi harapan setiap orang termasuk diri saya sendiri. Ketika suatu perjuangan dalam pendakian sebuah gunung kita lakukan dan pada akhirnya kita mencapai puncaknya rasa bangga dan percaya diri akan menyelimuti kita. Angin segar kita dapatkan, pemandangan indah lebih banyak kita lihat, namun tidakkah kita melupakan suatu hal ?

Terkadang rasa bangga yang berlebihan membuat hati kita tertutup untuk memanjatkan Doa dan rasa Bersyukur. Segala sesuatu yang kita capai, segala sesuatu yang kita raih, dan segala sesuatu yang kita wujudkan itu semua ada campur tanganNYa, sudahkan kita mengucapkan syukur ?

Begitu penderitaan mendera kita, segudang doa kita panjatkan, seribu kata kita urai, dan berlimpahan air mata kita curahkan untuk memohon belas kasihNYa. Namun begitulah kita pada umumnya tidak terkecuali saya juga. Ketika keberhasilan menyertai yang ada hanyalah bayang-bayang kesombongan berjalan mengikuti tiap langkah kita, lalu kemana perginya kerendahan hati ?

Hendaklah kita menggandeng kerendahan hati untuk berjalan, menggunakan payung Doa dalam langkah dan  berhenti pada sebuah pohon kedamaian dengan kipas bersyukur. Kemurahan hati kita untuk memanjatkan doa dalam awal langkah dan bersyukur pada akhir langkah akan memberikan kita suatu kadamain hati.

Terima kasih  kepada para sahabat yang telah membaca goresan penaku, maaf  kalau bosan membaca tulisanku ini, sukses selalu.

Iklan

About Pandu

Goresan sebuah pena dalam kanfas kehidupan Lihat semua pos milik Pandu

18 responses to “Yang terlupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: